Selasa, 30 Oktober 2018

Pendidikan Kewarganegaraan



Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan Nasional (ipolekososbudhankam), Ajaran dasar wawasan nusantara, Unsur dasar konsep wawasan nusantara, Azas wawasan nusantara, Kedudukan, Fungsi dan Tujuan wawasan nusantara




Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan Nasional (ipolekososbudhankam)

  • Di Bidang Ideologi 

Hasil gambar untuk ideologi
    Dapat diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan ideologi bangsa Indonesia. Ketahanan ini diartikan mengandung keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan ideologi bangsa dan negara Indonesia.




  • Di Bidang Politik 

Hasil gambar untuk politik    Wawasan Nusantara adalah konsep politik bangsa Indonesia yang memandang Indonesia sebagai satu kesatuan wilayah, meliputi tanah (darat), air (laut) termasuk dasar laut dan tanah di bawahnya dan udara di atasnya secara tidak terpisahkan, yang menyatukan bangsa dan negara secara utuh menyeluruh mencakup segenap bidang kehidupan nasional yang meliputi aspek politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan yang berdasarkan ide nasionalnya yang berlandaskan pancasila dan UUD 1945 (Undang-Undang Dasar 1945) yang merupakan aspirasi bangsa Indonesia yang merdeka, berdaulat, bermartabat serta menjiwai tata hidup dalam mencapai tujuan perjuangan nasional.

Wawasan Nusantara sebagai konsepsi politik dan kenegaraan yang merupakan manifestasi pemikiran politik bangsa Indonesia telah ditegaskan dalam GBHN dengan Tap. MPR No.IV tahun 1973. Penetapan ini merupakan tahapan akhir perkembangan konsepsi negara kepulauan yang telah diperjuangkan sejak Dekrarasi Juanda tanggal 13 Desember 1957



  • Di Bidang Ekonomi 

Hasil gambar untuk ekonomi        Implementasi atau penerapan wawasan nusantara menjadi pola yang mendasari cara berpikir, bersikap dan bertindak dalam rangka menghadapi berbagai masalah menyangkut kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Implementasi wawasan nusantara senantiasa berorientasi pada kepentingan rakyat dan wilayah tanah air secara utuh dan menyeluruh.

      Dalam bidang ekonomi, implementasi wawasan nusantara akan menciptakan tatanan ekonomi yang benar-benar menjamin pemenuhan dan peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata. Di samping itu, juga dapat mencerminkan tanggung jawab pengelolaan sumber daya alam yang memperhatikan kebutuhan masyarakat antar daerah secara timbal balik serta kelestarian sumber daya alam itu sendiri.



  • Implementasi dalam kehidupan Sosial Budaya

Menciptakan sikap batiniah dan lahiriah yang mengakui, menerima dan menghormati segala bentuk perbedaan sebagai kenyataan yang hidup disekitarnya dan merupakan karunia sang pencipta.



  • Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan pertahanan dan keamanan 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kehidupan pertahanan dan keamanan, yaitu:

1. Kegiatan pembangunan pertahanan dan keamanan harus memberikan kesempatan kepada setiap warga negara untuk berperan aktif, karena kegiatan tersebut merupakan kewajiban setiap warga negara, seperti memelihara lingkungan tempat tinggal, meningkatkan kemampuan disiplin, melaporkan hal-hal yang menganggu keamanan kepada aparat dan belajar kemiliteran.

2. Membangun rasa persatuan, sehingga ancaman suatu daerah atau pulau juga menjadi ancaman bagi daerah lain. Rasa persatuan ini dapat diciptakan dengan membangun solidaritas dan hubungan erat antara warga negara yang berbeda daerah dengan kekuatan keamanan.

3. Membangun TNI yang profesional serta menyediakan sarana dan prasarana yang memadai bagi kegiatan pengamanan wilayah Indonesia, terutama pulau dan wilayah terluar Indonesia.



Ajaran dasar wawasan nusantara


Hasil gambar untuk ajaran dasar wawasan nusantara
        Sebagai bangsa majemuk yang telah menegara, bangsa Indonesia dalam membina dan membangun atau menyelenggarakan kehidupan nasionalnya, baik pada aspek politik, ekonomi, sosbud maupun hankamnya, selalu mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah. 

     Untuk itu pembinaan dan penyelenggaraan tata kehidupan bangsa dan negara Indonesia disusun atas dasar hubungan timbal balik antara falsafah, cita-cita dan tujuan nasional, serta kondisi sosial budaya dan pengalaman sejarah yang menumbuhkan kesadaran tentang kemaiemukan dan kebhinekaannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan nasional. 

     Gagasan untuk menjamin persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan tersebut merupakan cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya, yang dikenal dengan istilah Wawasan Kebangsaan atau Wawasan Nasional Indonesia dan diberi nama Wawasan Nusantara, disingkat "Wasantara." 

          Dari pengertian-pengertian seperti di atas, pengertian yang digunakan sebagai acuan pokok ajaran dasar Wawasan Nusantara ialah Wawasan Nusantara sebagai geopolitik Indonesia, yaitu cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dan tetap menghargai serta menghormati kebhinekaan dalam setiap aspek kehidupan nasional untuk mencapai tujuan nasional.




Unsur dasar konsep wawasan nusantara


1. Wadah (contour)

    Wadah kehidupan berbangsa dan bernegara meliputi seluruh wilayah Indonesia yang memiliki kekayaan alam dan penduduk dengan aneka ragam budaya. Bangsa Indonesia memiliki organisasi kenegaraan yang merupakan wadah berbagai kegiatan kenegaraan dan wujud infrastruktur politik. Sementara itu, wadah dalam kehidupan bermasyarakat adalah berbagai lembaga dalam wujud infrastruktut politik.

2. Isi (content)

    Isi adalah aspirasi bangsa yang berkembang di masyarakat dan cita-cita serta tujuan nasional yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945. Untuk menciptakan hal tersebut, bangsa Indonesia harus mampu menciptakan perastuan dan kesatuan bangsa dalam kebhinekaan. Isi menyangkut dua hal yang esensial, yaitu:

a) Realisasi aspirasi bangsa sebagai kesepakatan bersama serta capaian cita-cita dan tujuan nasional.

b) Persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan yang meliputi semua spek kehidupan nasional.

3. Tata laku (conduct)

    Tata laku merupakan hasil interaksi dari wadah dan isi, yang terdiri dari tata laku bathiniah dan lahiriah. Tata laku bathiniah mencerminkan jiwa, semangat, dan mentalitas yang baik ari bangsa Indonesia. Sedangkan tata laku lahiriah tercermin dalam tindakan, perbuatan dan perilaku bangsa Indonesia. Kedua hal tersebut akan mencerminkan identitas jati diri bangsa dan kepribadian bangsa.


Asas Wawasan Nusantara

    Berbagai kegiatan yang mendasar yang harus dipatuhi, ditaati, dipelihara, dan pencangkokan agar dapat terwujud dalam bentuk ketaatan dalam komponen atau unsur-unsur pembentukan yang tersedia bersama bersama. Asas wawasan nusantara terbagi menjadi:


  • Tujuan yang sama: melakukan tujuan yang sama tanpa adnyaikasi paksaan
  • Keadilan: kesesuaian dalam membagi hasil dengan cara yang adil dan merata
  • Kejujuran: melakukan pemberlakuan dalam berfikir, berlaku, dan berbicara dalam menyampaikan fakta (relita) wal dapat memberikan arti bagi orang lain atau bagi diri sendiri
  • Solidaritas: memiliki rasa setia kawan, dapat memberi dan rela berkorban demi orang lain tanpa pertemuan dari orang lain
  • Kerjasama: mencakup kekompakkan dalam kegiatan yang menggunakan hati nurani dalam mencapai tujuan yang diinginkan
  • Kesetiaan dalam menjalinisikan kesepakatan: arti kesetian atau perjanjian yang dijalani bersama untuk menciptakan persatuan dan kesatuan dalam kebhineka tunggal ika
  • Tujuan dalam asas wawasan nusantara untuk menjamin dalam bahasa nasional yang dapat digunakan untuk mengubah, dan dapat menciptakan dunia yang berbeda.




Kedudukan, Fungsi dan Tujuan wawasan nusantara



Kedudukan
        Kedudukan adalah ajaran yang digunakan oleh seluruh rakyat agar tidak terjadi penyesatan dan penyimpangan dalam upaya mencapai dan mewujudkan cita - cita dan tujuan nasional. Wawasan Nusantara dalam paradigma juga dapat dilihat dari stratifikasinya sebagai berikut:

  • Pancasila sebagai falsafah, ideologi bangsa dan dasar berkedudukan sebagai landasan idiil.
  • Undang - Undang Dasar 1945 sebagai dasar konstitusi negara, berkedudukan sebagai landasan konstitusional.
  • Wawasan Nusantara sebagai visi nasional, berkedudukan sebagai landasan Visional.
  • Ketahanan Nasional sebagai konsepsi nasional, berkedudukan sebagai landasan konsepsional.
  • GBHN sebagai politik dan strategi nasional, berkedudukan sebagai landasan operasional.


Fungsi
       Wawasan nusantara sebagai konsepsi ketahanan nasional, yaitu wawasan nusantara yang dijadikan konsep dalam pembangunan nasional, pertahanan, dan kewilayahan.

Wawasan nusantara sebagai wawasan pembangunan memiliki pandangan kesatuan politik, kesatuan ekonomi, kesatuan sosial dan ekonomi, kesatuan sosial dan politik, dan kesatuan pertahanan dan demokrasi.

      Wawasan nusantara sebagai wawasan pertahanan dan ekonomi negara menjadi pandangan geopolitik Indonesia dalam lingkup tanah Indonesia sebagai satu kesatuan yang mencakup seluruh wilayah dan segenap kekuatan negara.

Wawasan nusantara sebagai wawasan kewilayahan, memungkinkan dalam mewujudkan negara, agar tidak terjadi sengketa dengan negara tetangga.


Tujuan
      Tujuan nasional, dapat digunakan dalam Pembukaan UUD 1945, Indonesia adalah seluruh negara Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk mewujudkan kehidupan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut keterlaksanaan dunia yang ".
Tujuan ke dalam adalah mewujudkan kesatuan segenap aspek-aspek kehidupan baik alamiah atau sosial, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan bangsa Indonesia adalah menjunjung tinggi tujuan nasional, juga untuk menyediakan dan membina kesejahteraan, kedamaian dan budi luhur dan martabat manusia di seluruh dunia.



Sasaran implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan nasional, Pemasyarakatan/sosialisasi, wawasan nusantara, Tantangan implementasi, wawasan nusantara


Sasaran Implementasi Wawasan Nusantara Dalam Kehidupan Nasional

Yaitu menjadi pola yang mendasari cara berfikir, bersikap dan bertindak dalam rangka menghadapi, menyikapi, menangani berbagai permasalahan menyangkut kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang berorientasi pada kepentingan rakyat dan wilayah tanah air secara utuh dan menyeluruh dalam bidang.



  • Politik, menciptakan iklim penyelenggaraan negara yang sehat dan dinamis. 
  • Ekonomi, menciptakan tatanan ekonomi yang benar-benarmenjamin pemenuhan dan peningkatan kesejahteraan dankemakmuran rakyat secara adil dan merata.
  • Sosial-Budaya, menciptakan sikap batiniah dan lahiriah yangmengakui dan menerima serta menghormati segala bentuk perbedaan (kebhinekaan) sebagai kenyataan yang hidupdisekitarnya dan sekaligus sebagai karunia Tuhan. 
  • Han-Kam,menumbuh kembangkan kesadaran cinta tanah air dan bangsa yang lebih lanjut akan membentuk sikap bela negarar pada setiap warga Negara Indonesia.

Tantangan Implementasi wawasan nusantara

  1. Pemberdayaan Masyarakat
    • OHN NAISBIT. Dalam bukunya Global Paradox menulis “To be a global powers, the company must give more role to the smallest part”. Pada intinya global paradox memberikan pesan bahwa negara harus dapat memberikan peranan sebesar-besarnya kepada rakyatnya
    • Kondisi Nasional. Pembangunan Nasional secara menyeluruh belum merata, sehingga masih ada beberapa daerah ketertinggalan pembangunan yang mengakibatkan keterbelakangan dalam aspek kehidupannya. Kondisi tersebut menimbulkan kemiskinan dan kesenjangan sosial di masyarakat, apabila kondisi ini berlarut-larut masyarakat di beberapa daerah tertinggal akan berubah pola pikir, pola sikap dan pola tindak, mengingat masyarakat sudah tidak berdaya dalam aspek kehidupannya.
  2. Dunia Tanpa Batas
    • Perkembangan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi). Perkembangan global saat ini sangat maju dengan pesat, didukung dengan perkembangan IPTEK yang sangat modern khususnya di bidang teknologi informasi, komunikasi dan transportasi seakan akan dunia sudah menyatu menjadi kampung sedunia, dunia menjadi transparan tanpa mengenal batas negara, sehingga dunia menjadi tanpa batas
    • KENICHI OMAHE. Dengan dua bukunya yang terkenal dengan “Borderless World dan The End Of The Nation State”, mengatakan bahwa, dalam perkembangan masyarakat global, batas-batas wilayah negara dalam arti geografi dan politik masih relatif tetap, namun kehidupan suatu negara tidak mungkin dapat membatasi kekuatan global yang berupa informasi, investasi, industri dan konsumen yang makin individual
  3. Era Baru Kapitalisme
    • SLOAN AND ZUREKER. Dalam bukunya “Dictionary Of Economics”, menyebutkan tentang kapitalisme adalah suatu sistem ekonomi yang didasarkan atas hak milik swasta atas macam-macam barang dan kebebasan individu untuk mengadakan perjanjian dengan pihak lain dan untuk berkecimpung dalam aktivitas-aktivitas ekonomi yang dipilihnya sendiri berdasarkan kepentingan sendiri serta untuk mencapai laba guna diri sendiri
    • LESTER THUROW. Didalam bukunya “The Future Of Capitalism”, ditegaskan antara lain bahwa untuk dapat bertahan dalam era baru kapitalisme harus membuat strategi baru yaitu keseimbangan (balance) antara paham individu dan paham sosialis
  4. Kesadaran Warga Negara
    • Pandangan Bangsa Indonesia Tentang Hak dan Kewajiban. Bangsa Indonesia melihat bahwa hak tidak terlepas dari kewajiban, maka manusia Indonesia baik sebagai warga negara maupun sebagai warga masyarakat, mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama
    • Kesadaran Bela Negara. Pada waktu merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia menunjukkan kesadaran bela negara yang optimal, dimana seluruh rakyat bersatu padu berjuang tanpa mengenal perbedaan, tanpa pamrih dan tidak mengenal menyerah yang ditunjukkan dalam jiwa heroisme dan patriotisme karena senasib sepenanggungan dan setia kawan melalui perjuangan fisik mengusir penjajah untuk merdeka


Latar belakang ketahanan nasional, Pokok-pokok pikiran, ketahanan nasional, Pengertian ketahanan nasional, Pengertian konsepsi, ketahanan nasional, Hakikat Tannas & Konsepsi, Tannas Indonesia 

Latar belakang ketahanan nasional

Hasil gambar untuk ketahanan nasional


      Dari proklamasi 17 Agustus 1945, kehidupan bangsa Indonesia tidak luput dari gejolak dan ancaman baik dari dalam maupun dari luar negeri yang dapat menyebabkan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), seperti: 






  • Agresi Militer Belanda.

  • Gerakan Separatis: PKI, DI / TII dan lain-lain.

  • Ditinjau dari geopolitik dan geostrategis dengan posisi geografis, potensi Sumber Daya Alam dan jumlah penduduk, telah menempatkan bangsa Indonesia menjadi ajang persaingan dan perebutan negara-negara besar, yang memungkinkan negara dan negara. 

Meskipun dihadapkan pada tantangan itu, NKRI tetap tegak berdiri bagi negara yang merdeka, bersatu dan berdaulat, hal itu menunjukkan bahwa bangsa Indonesia memiliki keuletan dan kemampuan yang menghasilkan kekuatan nasional, yang dapat mengancam Ancaman, Gangguan, Hambatan dan Tantangan (AGHT).
Negara Indonesia adalah negara hukum yang didirikan berdasarkan belaka, dan kesemuannya ditunjukan untuk mempertahankan harapan pemerintah Indonesia. 
Negara Indonesia adalah negara yang memiliki UUD 1945 sebagai konsutitusinya, dimana sistem pemerintahan negara tertuang di dalamnya. 
Kondisi kehidupan nasional merupakan pencerminanulangan Nasional yang didasari oleh: Pancasila sebagai landasan idiil. 
  • UUD 1945 sebagai landasan konstitusionil. 
  • Wawasan Nusantara sebagai landasan pandang. 
Untuk itu bangsa Indonesia harus memiliki keuletan dan ketangguhan yang mengandung kekuatan nasional yang berhasil dalam hal-hal yang terjadi

Pokok-pokok pikiran

Manusia Berbudaya

Manusia kenal mahluk sempurna karena memiliki naluri, kemampuan berpikir, akal, dan ketrampilan, senantiasa berjuang mempertahankan eksistensi, pertumbuhan dan kelangsungan hidup, memperbaiki baik materil maupun spiritual. Karena itu manusia berbudaya akan selalu mengadakan hubungan-hubungan dengan: 
- Tuhan = Dinamakan Agama. 
- Cita-cita = Dinamakan Idiologi. 
- Kekuasaan / kekuatan = Dinamakan Politik. 
- Pemenuhan Kebutuhan = Dinamakan Ekonomi. 
- Manusia = Dinamakan Sosial. 
- Rasa Keindahan = Dinamakan Seni / Budaya 
- Pemanfaatan Alam = Dinamakan IPTEK. 
- Rasa Alam = Dinamakan Pertahanan dan Keamanan. 
Tujuan Nasional Falsafah Bangsa dan Idiologi Negara

Tujuan nasional menjadi sesuatu yang penting untuk dilakukan dalam proses kegiatan untuk mencapai tujuan yang akan selalu berhadapan dengan masalah-masalah internal dan eksternal, yang membutuhkan kondisi yang siap menghadapi

Pengertian ketahanan nasional

“Kondisi dinamik bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan membangun kekuatan dalam tantangan dan megatasi Ancaman, Gangguan, Hambatan, Tantangan (AGHT) baik yang datang dari dalam maupun dari luar negeri untuk menjamin identitas, integritas, dan keberlangsungan hidup bangsa dan negara dalam mencapi tujuan nasionalnya. ”

Ketahanan nasional adalah konsisi kehidupan nasional yang harus diwujudkan, dengan pembinaan sejak dini, sinergik dan 
kontinue, secara pribadi, keluarga, daerah dan nasional.

Keuletan dan ketangguhan yang berisi kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, berdasarkan geostrategis: konsepsi yang dirancang dan dirumuskan dengan memperhatikan kondisi dan konstelasi geografis Indonesia.

Pengertian konsepsi ketahanan nasional, Hakikat Tannas & Konsepsi Tannas Indonesia



        Konsepsi Ketahanan Nasional (Tannas), merupakan konsepsi Nasional dalam Pencapaian Tujuan Nasional, yang pada intinya tercapainya Keamanan dan Kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia, yang menjadi tugas dan tanggung jawab Pemerintahan Negara.  Suatu rumusan Tujuan Nasional sebagaimana yang diamanatkan dalam pembukaan UUD RI 1945, ialah membentuk suatu ”Pemerintahan Negara” yang melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan Bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dalam rangka pencapaian Tujuan Nasional, diperlukan Ketahanan nasional, yaitu suatu kondisi dinamik kehidupan Nasional yang terintegrasi yang harus diwujudkan pada suatu saat, yang mampu menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan (TAHG ).  Dan untuk mewujudkan Ketahanan Nasional, diperlukan Konsepsi Tannas, yaitu konsepsi pengaturan dan penyelenggaraan keamanan dan kesejahteraan secara seimbang, serasi dan selaras, yang dilaksanakan melalui Pembangunan Nasional dan Pembangunan Daerah sebagai bagian integral dari Pembangunan Nasional. Dengan kata lain, pada saat kita menyelesaikan masalah keamanan harus ikut dipikirkan masalah kesejahteraan, demikian pula sebaliknya.


Azas-azas Tannas Indonesia, Sifat Tannas Indonesia, Hubungan Ketahanan Nasional dengan Wawasan Nusantara 

Azas-azas Tannas Indonesia

  1. Asas Kesejahteraan dan Keamanan. Kesejahteraan dan keamanan dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan  dan merupakan kebutuhan manusia yang mendasar dan esensial, baik sebagai perorangan maupun kelompok  dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
  2. Asas komprehensif intergral atau menyeluruh terpadu. Sistem kehidupan nasional mencakup segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh menyeluruh dan terpadu dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan  yang seimbang, serasi dan selaras  dari seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan demikian, ketahanan nasional mencakup ketahanan segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh, menyeluruh dan terpadu (komprehensif integral)
  3. Asas mawas ke dalam dan mawas ke luar. Sistem kehidupan nasional merupakan perpaduan  segenap aspek kehidupan bangsa yang saling berinteraksi. Disamping itu, sistem kehidupan nasional juga berinteraksi dengan lingkungan sekelilingnya. Dalam prosesnya dapat timbul berbagai dampak  baik yang bersifat positif maupun negatif. Untuk itu diperlukan sikap mawas ke dalam dan  ke luar.
  4. Asas kekeluargaan. Asas kekeluargaan mengandung keadilan, kearifan, kebersamaan, kesamaan, gotong-royong, tenggang rasa dan tanggung jawab  dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam asas ini diakui adanya perbedaan yang harus dikembangkan secara serasi dalam hubungan kemitraan serta dijaga agar tidak berkembang menjadi konflik yang bersifat antagonistik yang saling menghancurkan
Hubungan Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional

        Dalam penyelenggaraan kehidupan nasional agar tetap mengarah pada pencapaian tujuan nasional diperlukan suatu landasan dan pedoman yang kokoh berupa konsepsi wawsan nasional untuk mewujudkan aspirasi bangsa serta kepentingan dan tujuan nasional.
           Wawasan nasional bangsa Indonesia adalah wawasan nusantara yang merupakan pedoman bagi proses pembangunan nasional menuju tujuan nasional. sedangkan ketahanan nasional merupakan kondisi yang harus diwujudkan agar proses pencapaian tujuan nasional tersebut dapat berjalan dengan sukses. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa wawasan nusantara dan ketahanan nasional merupakan dua konsepsi dasar yang saling mendukung sebagai pedoman bagi penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara agar tetap jaya dan berkembang seterusnya.


Rizki Yudi
26118280
1KB04 
Pendidikan Kewarganegaraan
Shilvy Andini Sunarto 


SUMBER : 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar